Wayang

Sebuah lakon yang dimainkan
Melalui kisah kehidupan anak manusia
Banyak cerita yang diperankan

Rama dan Shinta dengan kisah cintanya
Pandawa dan Kurawa dengan perang saudaranya
Punakawan dengan tingkah lucunya, dan
Semar dengan petuah dan nasehatnya

Mengapa tak banyak orang yang menikmatinya
Berjuta kisah yang penuh makna ada didalamnya
Sebuah budaya, yang patut dijaga

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Jalanku

Lama sudah kumencari apa yang hendak kulakukan
segala titik ku jelajahi tiada satupun kumengerti
tersesatkah aku disamudra hidupku

Kata-kata yang kubaca terkadang tak mudah kucerna
bunga-bunga dan rerumputan bilakah kau tahu jawabnya
inikah jalanku inikah takdirku

Kubiarkan kumengikuti suara dalam hati
yang slalu membunyikan cinta
kupercaya dan kuyakini murninya nurani menjadi penunjuk jalanku

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

I am CRAZY

jika aku duduk termenung sendiri
janganlah kau menegurku
Jika aku mencoba menyendiri
janganlah kau menemaniku
Jika aku menangis dalam kesendirianku
janganlah kau mengira aku gila
karena aku hanya sedih akan nasibku dan jalan hidupku
karena aku hanya bingung menjalani masalahku…
dan…
ketika aku tertawa sendiri
jangan pula kau anggap aku gila
karena aku hanya mencoba mengingat
sedikit hal indah dalam hidupku

tetapi…
ketika aku tertawa dalam kesedihan kalian
dan aku menangis ketika kalian bahagia
maka, anggaplah aku gila
berteriaklah! dan katakan “engkau gila!!”
meraunglah sekeras mungkin! dan katakan “engkau sinting!!”
katakanlah pada semua orang bahwa:
AKU MEMANG TIDAK WARAS!!

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Manusia & Keindahan (riak-riak kampus)

Semester baru … kembali ke kampus dengan sejuta harapan yang baru. Iya, ini adalah semester akhir tatap muka saya dan semoga enam bulan ini saya bisa menyelesaikan tugas akhir juga, jadi semua sesuai ukuran waktu yang saya miliki karena setelah ini saya harus menyusun langkah untuk mandiri, untuk membiayai hidup saya sendiri, saya ingin, jika waktunya nanti saya harus berjuang diluar sana untuk bekerja dan menafkahi diri saya sendiri [setidaknya] saya ingin ALLAH berada disamping saya, agar saya TIDAK salah memilih, agar saya tidak salah melangkah seperti kemarin-kemarin.

Ya ALLAH cukuplah bagi saya ENGKAU yang menjadi penolong saya, maka jadikanlah hamba seperti apa-apa yang ENGKAU inginkan … berikan hamba pekerjaan yang dapat mendekatkan hamba kepadaMU, jadikan rejeki hamba adalah rejeki Fakir MU ya ALLAH.

Ya ALLAH … jadikan hamba seperti apa-apa yang ENGKAU kehendaki, dan ikhlaskan hamba

Ada yang baru dikampus saya … disudut pojok arah keluar sekarang ada tukang kopi yang menggelar meja jika senja mulai merambat datang. Jika kemarin hanya ada tukang nasi goreng dan siomay kesukaan saya, kini ada menu baru yaitu indomie kornet seharga Rp.5000,- dan kopi seduh seharga Rp.2000,- gak pernah kan minum kopi seharga Rp.2000,- dikampus saya ada, dan disinilah saya dan sahabat-sahabat menghabiskan senja dan menanti malam dengan gelegar tawa dan riak cerita yang tak ada habisnya :)

Riak kampus adalah riak napas saya juga, jika sehari saja saya tidak datang rasanya ada yang hilang dari jiwa saya … meski tidak ada lagi yang mengantar dan menjemput saya seperti semester kemarin tapi saya tetap datang kesini, meski tidak ada lagi mahluk berburung yang bertubuh tinggi dan berkulit putih yang selalu menebar senyum ke sahabat-sahabat saya yang ikut menunggu, saya harus tetap datang kekampus, meski kadang saya merindukan kehadirannya diujung pagar kampus tapi saya tetap harus kuliah… meski tak ada lagi gelombang awan putih yang menari nari dilangit kampus saya tapi saya tetap harus menyelesaikan kuliah saya … ehm, dah ah🙂

Kampus tetap seindah riak di ujung pantai yang mencubit cubit ujung kaki saya … dan kini saya sedang berselonjor dilobby kampus, memanggku laptop kesayangan saya, menggunakan hotspot gratis untuk mengisi teras blog saya, ah terasa dipantai dengan riaknya yang indah

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Manusia dan Pandangan Hidup

Beberapahari lalu ada tukang laksa keliling lewat depan rumah. Saya teringat dialog sederhana dengan tukang tukang laksa tersebut. “Bang, laksanya kok gak pake ayam atau telor?” tanyaku, “Emang gak pake ayam!” jawabnya. “Oh, biasanya kalau di Mall saya makan laksa ada ayam atau telor rebus,” responku santai sambil memberi informasi, mungkin dia mendapat inspirasi. Ternyata bukan dapat terima kasih atas info berharga, si tukang laksa malah sesumbar (tidak marah, cuma sesumbur) “Saya sudah 17 tahun jualan laksa keliling, dari dulu yang begini saja (komposisinya)
Wow, dia bangga dengan pengalaman 17 tahun dan dia bangga dengan tidak adanya perubahan dalam 17 tahun tersebut. Dalam pikiran saya cuma menyimpulkan, ini mungkin sebabnya ia tidak mengalami perubahan selama 17 tahun dalam hidupnya, dan beberapa tahun selanjutnya. Ia tidak mau menerima perubahan, ia tidak menerima ide baru, ia tidak menerima perbedaan. PERUBAHAN memang bisa beresiko pada kemerosotan tapi juga mempunyai peluang untuk kemajuan drastis. Ketika penjual laksa lain sudah buka kios, restoran atau berjualan di mall-mall, dia masih keliling kampung dan semakin sedikit peminatnya (karena selera masyarakat meningkat). Bahkan sekarang saya hampir tidak pernah bertemu lagi dengannya. Bangkrut? Tidak tahu. Penjual laksa hanyalah satu contoh, tapi ini bisa terjadi pada siapa saja, bidang apa saja.

Jika kita anti perubahan, maka dipastikan hidup kita begitu-begitu saja. Lebih parah lagi jika kita tidak berubah sedangkan sekeliling kita berubah, maka kita ketinggalan zaman. Perubahan adalah kepastian, kita harus selalu terbuka dengan perubahan.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Manusia dan Tanggung Jawab

Ada seorang kiper futsal yang menurut saya mempunyai dedikasi luar biasa.Namanya Virdi. Seberapa sulit apapun bola yang menuju ke gawangnya selalu dihalaunya, sekuat tenaga, sesulit apapun,sebahaya apapun.Pernah suatu kali bola ditendang keras penyerang ke arah tengah,ia menangkis dengan keras dan bola memantul ke arah kiri. Dalam hitungan detik, pantulan itu ditendang lagi lawan dari arah kiri,
ia meloncat ke gawang kiri ternyata bola kena tiang, bahkan kepalanya pun terbentur tiang, sialnya bola memantul ke kanan dan tertahan di kaki lawan di sebelah kanan dan kali ini tendangan langsung dari arah kanan, buzzz, semua pendukung lawan sudah sorak sorai karena pasti goal, sebab kiper sedang dalam posisi terjungkal di posisi kiri. Ternyata entah bagaimana, Indra tiba tiba sudah berbalik ke kanan dan ujung jarinya sempat menyentil bola, sehingga bola nyasar ke kiri luar gawang.
Semua sorak sorai berhenti. Goal sekali lagi gagal disarangkan. Baik lawan maupun lawan mengakui dedikasinya menjaga gawang. Berapa gajinya? NOL! Tidak digaji alias gratis. Ini pertandingan just for fun. Lalu kenapa ia begitu bertanggung jawab. Karena ia sadar ketika ia setuju menjadi kiper, maka ia bertugas menjaga gawang. Ia sadar ketika setuju menjadi kiper maka ia menjadi benteng terakhir pertahanan timnya. Bukan masalah gaji, tapi masalah Tanggung jawab. Ia berdedikasi karena ia punya komitmen.

Artikel ini justru saya tulis bukan karena baru saja menyaksikan aksi Indra. Melainkan karena saya baru menyaksikan aksi Aldi, seorang anak SMP yang juga jadi kiper untuk tim futsalnya. Sama seperti Indra ia juga membuat lawan frustasi karena dedikasinya menjaga gawang. Juga sama seperti Indra ia juga tidak digaji.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Selamat Ulang Tahun…

 

Malam ulang tahun saya kali ini saya lewati diatas sajadah dengan keheningan yang penuh, dengar air mata muhasabah, dengan permohonan yang tinggi agar diampuni seluruh dosa-dosa saya, agar dijauhkan dari melakukan dosa-dosa dan kekhilafan yang sama, agar dapat saya peroleh ridho ALLAH, agar disisa usia saya yang akan saya lalui saya selalu berada dijalan ILLAHI, hingga napas saya terhenti… dan ketika napas saya terhenti nanti, saya memiliki bekal untuk menghadapi mahkamah ALLAH, agar saya mampu menjawab ketika pemilik napas saya bertanya “dengan apa saya mengisi napas saya…”

 

Yang pasti, saya telah melepaskan kesombongan dari diri saya, saya lepaskan dendam dari batin saya, saya disiplinkan diri saya untuk shalat malam, saya paksa diri saya untuk bersedekah dari yang sedikit saya miliki [sisihkan uang jajan] untuk menjadi bagian dari mereka yang kurang mampu, saya dorong diri saya untuk mendapatkan ampunan ILLAHI dan memperoleh cintanya… Irhamna ya ALLAH, ratusan kali kalimat ini saya sebut pagi ini. iya, saya memang bukan saya yang kemarin, teman saya bilang saya berbeda sekarang, jiwa saya yang berubah🙂

 

Masih banyak kekurangan diri saya… saya yang masih saja cengeng, saya yang masih saja takut berjalan sendiri [nyari temen ah…], saya yang kadang kehilangan arah dan cita-cita saya untuk menjadi seorang GURU [Ustadzul ‘Alam] belum tercapai. Iya.. saya ingin menjadi guru

 

Pagi Ini ada satu sms terindah yang saya dapat dari sahabat saya [terima kasih yach] “Dwi  yang dirahmati ALLAH, selamat ulang tahun yah. ya Rabb jadikanlah umur terakhirnya sebagai umur terbaiknya, jadikanlah amalan terakhirnya sebagai amalan terbaiknya, dan jadikan hari terbaiknya yaitu ketika Ia bertemu denganMu. Selamat ulang tahun ya Wi, semoga menjadi laki-laki yang sabar, satu tempat disyurga untuk orang yang sabar” amin ya RABB. Sejuta do’a masih ada di HP saya, yang saya syukuri dan masih ada sms yang mungkin belum dikirim ke saya… tapi saya percaya do’a dari mereka masih ada.

Jiwa, SELAMAT ulang tahun …. milad tanpa pesta pora, hanya keheningan TAPI saya bahagia karena saya mampu mensyukuri yang saya miliki dan mensyukuri yang TIDAK lagi saya miliki. Do’akan saya sanggup untuk terus begini🙂
<“_”>
Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar